Keep Smile and Stay Cool

0
Jika kita ingin melihat diri kita lebih baik dari sekarang yang perlu kita lakukan adalah :
  • Perbaikilah hubungan kita dengan sang pencipta (Allah SWT), sebab itu bisa membuat diri kita lebih sejuk,   tentram dan damai (peace).
  • Bekerja dua kali lebih keras untuk memberikan kepercayaan dan kualitas, serta mendapatkan hasil yang lebih baik.
  • Jangan kita menjadi orang yang suka berangan – angan kosong untuk memimpikan sesuatu. Cobalah buat perencanaan, berfikir dan bertindak karena itu semua semua sukses yang mengawali keberuntungan kita.
  • Keberhasilan kita datang dari pelaksanaan perencanaan dan berkosentrasilah kita pada pengembangan kualitas itu di dalam diri kita yang akan menjadikan kita seorang yang sukses.
  • Jangan kita berfikir tentang hal – hal yang sepele. Fokuskan perhatian kita pada sasaran yang besar. Sebelum terlibat didalam persoalan yang kecil bertanyalah kepada diri kita sendiri, “Apakah ini benar – benar penting? ”.
  • Bentangkan tujuan hidup kita. Lihat pada kemungkinannya, bukan hanya apa yang ada.Bertanyalah kepada diri kita sendiri, “Bagaimana saya dapat bekerja atau membuat diri ini lebih baik dari   sebelumnya ?”.
  •  Beri orang lebih dari apa yang mereka harapkan.


Sumber : internet

Mencari Akar Persamaan dengan Metode Bisection menggunakan Program Matlab

6

A. Pengertian Metode Bisection

Metode bisection atau metode bagi dua membagi interval ( antara x1 dan x2  pada suatu fungsi f(x) )  dimana diperkirakan terdapat sebuah akar, menjadi 2 subinterval yang sama besar. Akar tersebut dicari dalam salah satu subinterval dan interval tidak boleh terlalu lebar.

B. Alogaritma Metode Biection

Langkah 1 :
Pilih taksiran nilai a sebagai batas bawah interval dan taksiran nilai b sebagai batas atas interval. Jika terpenuhi kondisi :
  • f(a) x f(b) < 0  ; maka ada akar dalam interval, selanjutnya ke langkah 2.
  • f(a) x f(b) > 0  ; maka tidak ada akar dalam interval. Geser posisi interval. 
  • f(a) x f(b) = 0  ; maka a  dan b, salah satu merupakan akar.

Langkah 2 :
Taksiran akar yang pertama c  dimana, c = (a + b )/2

Langkah 3 :
Evaluasi keberadaan akar, apakah dalam subinterval pertama (antara a dan c ) atau dalam subinterval kedua (antara c dan b). Jika diperoleh :
  • f(a) x f(c) < 0  ; akar berada dalam subinterval pertama, maka b = c. selanjutnya ke langkah 4.
  • f(a) x  f(c) > 0  ; akar berada dalam subinterval ke dua, maka a = c. Selanjutnya ke langkah 4. 
  • f(a) x  f(c) = 0  ; c adalah  akar.

Langkah 4 :
Kembali ke langkah 2 dan proses hingga langkah 3.

C. Program Matlab 6.5

Dengan bantuan komputer, langkah-langkah metode numeric dari alogaritma diformulasikan menjadi suatu program. Berikut ini adalah program MATLAB  mencari akar-akar persamaan  dengan metode Bisection :



  1. Ketik nama file syahwil5 pada jendela command window,
  2. Masukkan persamaan (huruf x kecil) = x^2-x-6
  3. Masukkan batas bawah a = -3
  4. Masukkan batas atas b = 2
Perhatikan output program, seperti gambar berikut
  
dari hasil keluaran program terlihat bahwa salah satu akar persamaan diatas adalah -2, untuk mengetahui akar yang lain masukkan nilai batas ats dan batas bawah yang lain.
2.    Hasil keluaran program benar, maka akan diuji lagi untuk persamaan  berikut :
    1. f(x) = x3 – x – 6 = 0
    2. f(x) = x2.5 – x – 6 = 0
Uji program :
a. Akar Persamaan f(x) = x3 – x – 6 = 0
   Petunjuk :
1.   Ketik nama file syahwil5 pada jendela command window,
  1. Masukkan persamaan (huruf x kecil): x^3-x-6
  2. Masukkan batas bawah a = -1
  3. Masukkan batas atas b = 3
  4. Perhatikan output program, seperti gambar berikut
a.      Output program akar persamaan f(x) = x3 – x – 6 = 0
  keluaran program terlihat akar persamaannya adalah 2
b. Output program akar persamaan f(x) = x2.5 – x – 6 = 0

akar persamaannya adalah 2,33

D. Ciri-ciri penyelesaian Numerik bila dibanding dengan penyelesaian Analitik yaitu :   
  1. Adanya proses perhitungan yang berulang-ulang (iteratif).
  2. Memerlukan alat bantu komputer.
  3. Memerlukan pemodelan matematis dari situasi yang nyata.
  4. Penyediaan input dan data yang cukup bagi pemodelan.
  5. Pembuatan algoritma dan penulisan program.
  6. Jawaban-jawaban yang diperoleh berupa jawaban (nilai) pendekatan, sehingga memiliki tingkat kesalahan/error (namun mempunyai tingkat ketelitian yang bisa diterima/valid) 




SIKAP PROFESIONAL DALAM SEGALA HAL

0
Kita sebagai professional di bidang apapun harus mampu melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan lingkup kerja kita. Jika kita tidak mengerti fungsi dan tanggung jawab sebagai professional secara baik dan benar, maka akan mudah bagi kita untuk terjerumus dan melakukan pelanggaran yang tidak semestinya. Bila keahlian tanpa moralitas yang benar, pasti akan menjadikan penjahat-penjahat kelas dunia yang tentunya akan mempermalukan keluarga di kemudian hari. Politisi yang tidak professional akan dengan mudahnya beralih profesi menjadi koruptor. Polisi yang tidak professional akan dengan mudahnya beralih profesi menjadi pemungut liar. Sikap professional merupakan cermin kepribadian dan integritas diri yang kuat, seperti kisah seoarang ahli kunci berikut :

Seorang ahli kunci ternama bermaksud ingin mewariskan ilmu kepada kedua orang muridnya. Setelah dididik beberapa tahun, kedua murid itu telah mahir dan menguasai beberapa tehnik cara membuka berbagai jenis gembok. Untuk menentukan ahli warisnya, ahli kunci itu bermaksud menguji mereka secara bersamaan.
Disiapkannya dua kotak terkunci, yang didalamnya berisi sebuah barang berharga, yang ditempatkan di dua kamar yang bersebelahan. Si A dan Si B masuk ke dua kamar yang telah disediakan.
Tidak lama kemudian, Si A keluar, dia telah menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu. Sang guru bertanya, “Wah, begitu cepatnya kamu membuka. Apa isi kotak itu?” Di dalam kotak terletak sebuah permata yang sinarnya indah sekali.

Tak lama kemudian Si B keluar ruangan, kembali pertanyaan yang sama diajukan kepada Si B ” Apa isi kotak yang berhasil kamu buka?”. B menjawab “Aku hanya membuka gembok, dan kemudian keluar, tidak membuka kotak, apalagi melihat isi bungkusan dalam kotak itu”.
Akhirnya diputuskan sang guru, bahwa Si B yang menjadi Ahli warisnya. Keputusan itu tentu tidak diterima oleh Si A. Dengan penasaran ia bertanya “Guru aku lebih cepat membuka gembok daripada Si B, kenapa bukan aku sebagai ahli waris guru?” Profesi kita adalah tukang kunci, tugasnya adalah membantu pemilik yang kuncinya hilang atau rusak agar si pemilik mendapatkan barangnya. Membuka gembok adalah tugas kita. Setelah gembok telah dibuka, kita juga berusaha melihat isinya, itu berarti melanggar moral etika profesi kita sebagai ahli kunci. Tidak peduli apapun pekerjaan kita. Moral etika professional harus dijunjung tinggi, karena tanpa moral etika seorang ahli kunci dengan mudah berganti profesi menjadi pencuri.

Si A mengangguk-angguk puas dengan jawaban sang guru, dia menyadari dimana letak kesalahannya, dan bersyukur telah mendapat pelajaran yang berharga sebelum terjun ke masyarakat. Meskipun ada perasaan kecewa bahwa ia bukan ahli waris yang ditunjuk, ia berjanji pada dirinya sendiri kelak akan menjalankan profesinya dengan dasar moral dan etika.

Sumber : internet

Jangan Biarkan Emosi Mengatur!

0
Emosi dapat membawa kita dalam masalah dan kita harus selalu mengontrolnya setiap saat. Sebagai manusia, kita semua memiliki emosi. Tak peduli seberapa keras kita berusaha, kita akan selalu bereaksi pada suatu kondisi.

Beberapa emosi mempengaruhi lebih dalam dari yang lainnya. Semakin dalam emosi seseorang, semakin bahaya karena emosi nampaknya akan lebih berpengaruh pada perilaku kita dan membuat kita bereaksi secara irasional.

Satu cara mengontrol emosi kita adalah mengetahui apa yang sedang kita lakukan. Karenanya, jika kita merasa marah pada seseorang, sangat penting kita mengetahui duduk persoalan sebenarnya yang membuat mengapa kita mudah marah.

Selain itu kita harus mengetahui pada tingkat apa kita merasakan emosi. Jika seseorang melukai anak kita, mungkin kita akan sangat emosional dibanding jika seseorang menumpahkan minuman pada kemeja kita.

Sekarang kita menyadari tak peduli apa yang kita ucapkan dan lakukan, kita akan selalu melibatkan emosi. Beberapa orang sangat emosional dibanding yang lain, tetapi emosi mempengaruhi semua diantara kita pada satu sisi atau sisi lain.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari cara mengatasi emosi. Hal ini tidak berarti membiarkan emosi keluar dari diri kita dan mulai mengoceh mengenai apa yang mengganggu sampai kita menangis seperti bayi.

Orang seharusnya tidak dapat mengetahui bagaimana perasaan kita hanya dengan memperhatikan kita. Jika seseorang mengetahui bagaimana perasaan kita, mereka akan lebih baik memprediksikan tindakan kita, mereka dapat lebih baik merencanakan untuk menghalangi upaya kita dan mengalahkannya.

Ingatlah jika seseorang menanyakan pada kita: Bagaimana kabar kita?” katakan pada mereka bahwa kita baik-baik saja. Mereka dapat mengetahui bagaimana perasaan kita sebenarnya.


sumber : internet

Isi Blog ini diposting dari tugas-tugas kuliah, catatan pribadi, dan berbagai bacaan yang bersumber dari buku, internet dll